Assalammu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Signs of infidelityHadith narrated by Abu Zar ra.:
That he heard the Messenger of Allah. said: Anyone who claims descent from other than his own father, even though he knows it, he must disbelieve (meaning deny yourself a favor and goodness, does not fulfill the rights of Allah and the rights of his father). Anyone who recognizes something is not hers, it does not include our group and he should prepare his place in hell. Whoever is calling someone an infidel or say the enemy of God, but they are not, then the charges will be back in her [Reported by Muslim]

SIGNS hypocrisy

Abdullah bin Amr narratives ra., He said:

Prophet. once said: There are four properties owned by the owner when it is pure hypocrisy. And he who has one of the four, it means he has kept the character of a hypocrite until he left. When he speaks lies, when he agreed to betray, deny and when he promised when he clashed cheat. [Reported by Muslim]

Hadith narrated by Abu Hurairah ra., He said:

Prophet. He said: There are three signs of a hypocrite: when he speaks lies, when he promises he denies and if believed defected. [Reported by Muslim]

LIABILITY forbidding the

Hadith narrated by Abu Said Al-Khudri ra.:

From Tariq bin Shihab ra. He said the first man preaching on the feast day before the Eid prayer is Marwan. There was a person standing says: Eid Prayer before the sermon. Marwan replied: I have left what was there. Abu Said said: This guy really has to perform its obligations. I heard the Messenger of Allah. said: Whoever among you see munkar (the nasty, bad), then let him change it with his hand munkar. If not able, then with his tongue. If it can not, then with his heart. And that is the least of weak faith. [Reported by Muslim]




Our prophet was sent to his people only to convey the truth of the Qur’an, regardless of whether people can guidance of what the prophet is of no concern, because if someone can clue of the truth of the Qur’an that the benefits for himself and vice versa for anyone who is not got a clue of the truth of the Qur’an that Prophet also presented himself as a result separately.

The Prophet is not responsible for the guidance of man, because it is entirely absolute guidance of God.

Likewise we all sebawa preachers are not responsible for the success of our mission, but our duty is only to convey the truth that datngnya from the Qur’an.

All will return to each person’s own.

Allah says in verse Say:

“O mankind, indeed has come to you the truth (Al-Qur’an) from your Lord, therefore whoever gets the real clue (hint) for his own good. And those who go astray, verily
their error was harm himself. And I’m not a guard unto you “. [QS. Yuunus: 108]


FROM Amrozi

Issues like this are reaping the pros and cons.

The pros, of course, would agree with the post-post my religion because Islam does not want to be humiliated or trampled by a handful of rogue Christian minority.

The cons, of course, argued that religion is not for debate. Because according to the Pancasila, the precepts of unity

Indonesia has the Pancasila as the basis of the State, relating to religious matters mentioned in the precept to one


Basically, or in accordance with the definition, within the meaning of these precepts into one, men are free religion and belief, respectively. But with a handful of minority Christians who damage the image of the base of the State, so there was war via the virtual world of social networking such as we see the phenomenon today.

Maybe you’re using the internet was limited to purposes that you need, for example, browsing downloading songs, browsing on computer science, programmers, network, or other woods field, looking for jobs, and so forth. But there are also people who browse about religious matters that aim to find out how religious sikon adopted by someone either Islamic, Christian, Hindu, Buddhist.

Currently rife kuffar defamatory, blasphemous, insulting the religion of Islam because of the development of media-internet era. People can do anything on his, with brains that have the nature of envy, malice, hatred ultimately arise from their thinking to insult other religions. Examples FFI website or Faithfreedom. For those Muslims who do not know the website, must consider the current sikon fine. Once you know what people do in the website, of course you definitely paralyzed forehead

Now imagine if it is ignored, there is no follow-up to the Muslims to respond to the subject. Surely these things will shake the faith of Islam, because the person is included in the arguments of the Qur’an and hadith to find fault in the Qur’an in order that Muslims hate their own religion.

Allah says:

Jews and Christians will not be pleased to you until you follow their religion. Say: “Verily, Allah clues that hint (which is true).” And verily if thou follow their desires after the knowledge came unto you, that God is no longer the protector and helper for you. (Surat al-Baqara: 120)

“Great People of the Book wish partly so that they could turn you back to disbelief after you have faith, out of envy that (arising) from themselves, as real to them the truth. Ma’afkanlah and then let them, until Allah brings about His command. For Allah hath power over all things. “(Surat al-Baqara: 109)

Evident the word of God in the second paragraph above, Surah Al Baqarah verse 120 and 109 ..

Paragraph 120, Jews and Christians will not be pleased to us until the Day of Resurrection, they will always instill hatred, including making websites slander against Islam I refer to paragraph 109, they want us to return to disbelief after we have faith and according to the teachings them. Which in the end we got into the things astray.

And they will continue to slander according to the Word of God contained in the Holy Qur’an

They wished to extinguish light (religion) of Allah with their mouths (sayings) them,
and Allah does not desire other than perfecting His light, though the people who
unbelievers do not like. (Surat at Tawbah: 32)


Thank you, more or less apologize

may be useful

Wassalammu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh





Hadis riwayat Abu Zar ra.:
Bahwa Ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Setiap orang yang mengaku keturunan dari selain ayahnya sendiri, padahal ia mengetahuinya, pastilah ia kafir (artinya mengingkari nikmat dan kebaikan, tidak memenuhi hak Allah dan hak ayahnya). Barang siapa yang mengakui sesuatu bukan miliknya, maka ia tidak termasuk golongan kami dan hendaknya ia mempersiapkan tempatnya di neraka. Barang siapa yang memanggil seseorang dengan kata kafir atau mengatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali pada dirinya [HR Muslim]


Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. [HR Muslim]

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat. [HR Muslim]


Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:

Dari Thariq bin Syihab ra. ia berkata: Orang yang pertama berkhutbah pada hari raya sebelum salat Ied adalah Marwan. Ada seseorang yang berdiri mengatakan: Salat Ied itu sebelum khutbah. Marwan menjawab: Telah ditinggalkan apa yang ada di sana. Abu Said berkata: Orang ini benar-benar telah melaksanakan kewajibannya. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. [HR Muslim]




Nabi kita diutus kepada umatnya hanya sekedar untuk menyampaikan kebenaran dari Al-qur’an, terlepas apakah orang dapat hidayah dari apa yang disampaikan itu bukan urusan Nabi, karena kalau seseorang dapat petunjuk dari kebenaran Al-qur’an itu manfaatnya untuk dirinya sendiri dan sebaliknya bagi siapa yang tidak mendapat petunjuk dari kebenaran Al-qur’an yang disampaikan nabi itu juga akibatnya utnuk dirinya sendiri.

Nabi tidak bertanggung jawab atas hidayah seseorang, karena hidayah itu sepenuhnya mutlak dari Allah.

Demikian juga kita semua sebawa juru dakwah tidak bertanggungjawab atas keberhasilan dakwah kita, tetapi tugas kita hanya menyampaikan kebenaran yang datngnya dari Al- qur’an.

Semua akan kembali kepada setiap orang itu sendiri.

Allah berfirman dalam ayatnya Katakanlah:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”. [QS. Yuunus : 108]



Persoalan seperti ini memang menuai pro kontra.

Yang pro, tentunya akan sependapat dengan postingan-postingan saya dikarenakan agama islam tidak ingin dihina atau diinjak oleh segelintir kaum minoritas oknum kristen.

Yang kontra, tentunya berpendapat bahwa agama memang tidak untuk diperdebatkan. Karena sesuai dengan pancasila, yaitu sila kesatu

Indonesia mempunyai pancasila sebagai dasar Negara, yang berkaitan dengan hal keagamaan disebutkan didalam sila ke satu


Pada dasarnya atau sesuai dengan definisi, didalam makna sila ke satu ini, manusia bebas memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Tapi dengan segelintir golongan minoritas umat kristen yang merusak citra dasar Negara tersebut, sehingga terjadilah peperangan via dunia maya diantaranya jejaring sosial seperti yang kita lihat fenomenanya saat ini.

Mungkin kalian menggunakan media internet hanya sebatas keperluan yang kalian butuhkan, misal, browsing-browsing download lagu, browsing tentang ilmu komputer, programmer, jaringan, atau bidang lainnnya, mencari lowongan kerja, dan lain sebagainya. Tapi ada juga orang yang browsing tentang hal-hal keagamaan yang tujuannya untuk mencari informasi bagaimana sikon keagamaan yang dianut oleh seseorang baik islam, kristen, hindu, budha.

Saat ini marak terjadi kaum kuffar memfitnah, menghujat, menghina agama islam karena perkembangan jaman yang didukung media internet. Orang bisa melakukan apapun atas kemauannya, dengan otak-otak yang mempunyai sifat iri, rasa dengki, kebencian akhirnya timbul dari pemikiran mereka untuk menghina agama lain. Contohnya website FFI atau Faithfreedom. Bagi muslimin yang belum tau website tersebut, pastinya menganggap sikon saat ini baik-baik saja. Setelah anda tau apa yang dilakukan orang-orang didalam website tersebut, tentunya pasti anda tepok jidat

Sekarang bayangkan kalau hal tersebut didiamkan, tidak ada tindak lanjut bagi kaum muslimin untuk menanggapi perihal tersebut. Tentunya hal-hal tersebut akan menggoyahkan keimanan islam, dikarenakan oknum tersebut menyertakan dalil didalam Al-Qur’an dan hadist untuk mencari-cari kesalahan didalam Al-QUr’an dengan tujuan agar umat islam membenci agamanya sendiri.

Allah berfirman :

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al Baqarah:120)

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah:109)

Terbuktilah firman Allah didalam kedua ayat diatas, QS Al Baqarah ayat 120 dan 109..

Ayat 120, orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kita hingga hari kiamat, mereka akan selalu menanamkan kebencian, diantaranya membuat website-website fitnahan terhadap islam yang saya kaitkan dengan ayat 109, mereka ingin agar kita kembali kepada kekafiran setelah kita beriman dan menurut ajaran mereka. Yang pada akhirnya kita terjerumus kedalam hal-hal kesesatan.

Dan mereka akan terus melakukan fitnahan sesuai dengan Firman Allah yang tertuang didalam Al-Qur’an

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At Taubah:32)


Terima kasih, kurang lebihnya mohon maaf

Semoga bermanfaat

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )


Connecting to %s